RSS

Hari PGRI ke-5

Simfoni cinta pertama dari BCL mengalun mengisi seluruh kekosongan di relung kalbu malam ini.

Sunny. . .
Sunny. . .

Lagu mellow yang selalu mengingatkan ku pada sebuah kenangan yang tak akan pernah bisa sirna. 
Bermula dari perayaan hari PGRI di  tahun pertama masa putih-biru. sosoknya yang sampai saat ini masih sering terkenang. sosok kakak kelas 2 tingkat diatasku pada waktu itu.
Metamorfosa putih-biru yang baru terasakan dulu semakin penuh kejutan sejak aku mengenal sosok indah itu.
saat bibir ini tak mampu mengucapkan kesungguhan yang hanya bisa tersimpan rapi hingga detik-detik terakhir di bandara Selaparang beberapa tahun yang lalu.
Kamu yang entah sedang apa sekarang, akan tetap menjadi kamu..
Sosok lelaki pertama yang benar-benar aku kagumi setelah papaku. Andai dulu aku tak pernah pergi dari kota itu, mungkin rasa yang dulu begitu kuatnya merajai seluruh hati dan pikiranku akan tetap bertahan entah sampai kapan. yang jelas sosokmu akan selalu terkenang, kamu. . .
Yang akan tetap menjadi spesial di hidupku. kamu. . .
Yang akan selalu ada ruang di hatiku meskipun banyak yang datang dan pergi.
Lima tahun bukan waktu yang dipilih Tuhan untuk kembali sekedar mempertemukanku denganmu.

Dan setelah lima tahun berlalu, banyak hal yang harus terus berjalan. hal-hal yang seharusnya diterima dengan ikhlas karena-Nya :)
Jalan kita ditakdirkan untuk berbeda, semoga kehidupanmu selalu bahagia atas lindungannya. semoga dirimu bisa menjadi panutan dan teladan yang baik bagi makhluk kecil ciptaan Tuhan yang baru yang memanggilmu. . .
Ayah.






Semua tersimpan dalam satu paket
(putih-biru, film dan soundtrack "cinta pertama", kota di pulau seberang dan kamu, "HM")



Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Kepada Seseorang yang mengajariku menggores Luka

Malam ini, aku terbangun dengan suatu perasaan membuncah yang tak bisa aku bendung.

   Rindu.

Hari ini, sudah berhari-hari sejak Selasa kelabu itu, sejak kita menutup sebuah pembicaraan panjang di teras depan yang juga mengakhiri hubungan yang belum sempat terajut lama ini. Ingin sekali aku memberanikan diri untuk menanyakan kabarmu. Apakah kau baik-baik saja? Bagaimana kuliahmu, keadaanmu, kehidupanmu? Bagaimana dunia yang sebenarnya di bangku kampus? Selama ini, aku berusaha untuk kuat, tertawa-tawa dan menjalani hidup seperti biasa. Kemarin aku terlihat baik-baik saja. Tidak ada lagi curhatan panjang tentangmu setiap hari bersama sahabat-sahabatku. Tidak ada lagi aku yang begitu ketakutan membayangkan hari kedepannya tanpamu. Tidak ada momen-momen saat aku mendadak mengingat sesuatu yang berkaitan denganmu atau sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya.Semuanya berjalan seolah-olah aku tidak merasa sedih dengan perpisahan ini.

     Yah, tapi tak bisa terpungkiri. Namanya juga putus cinta, satu paket dengan air mata, curhatan dan sakit hati. Tapi mungkin kau tak akan pernah tau tentang itu. Karna jalan pikiranmu terus menatap kedepan melawan boomerang untuk menoleh kebelakang.

    Sejujurnya ada sisi dari diriku yang merasa baik-baik saja karena memang kita mengakhiri semuanya dengan baik-baik. Kemarin, kita memang tidak bilang "putus", Kita berdua lebih memilih kata-kata "jalan sendiri-sendiri dulu untuk memperbaiki diri masing-masing, berubah untuk jadi lebih baik dulu, untuk diri sendiri dan untuk masing-masing".
Tapi, memang kekosongan dan kehilangan tetap saja terasa. Tetap terasa meski terkadang aku selalu berusaha mengisi itu semua dengan kegiatan-kegiatan yang dapat menyita seluruh waktu yang kupunya, agar tak ada saatnya untukku sedikit saja kembali mengenangmu.  Dan, aku memang bisa melakukan semuanya dengan tersenyum. :)

Aku tau kamu disana akan seribu kali lebih mudah untuk melupakan, memulai dengan yang baru dan mengubur rasa yang pernah ada. karna kamu lebih dulu memulai dengan suasana yang berbeda, suasana yang sama sekali tak ada kenangan tentang cerita kita. Sementara aku? harus menunggu jarum jam terus berputar hingga waktu untuk memulai dengan hal yang baru itupun datang.

     Untuk sekarang, aku tahu yang bisa aku lakukan hanya menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya. Aku memang akan selalu teringat kamu pada saat aku mendengarkan Abdul and the coffee theory, atau melihat barang bermerk machbeth. Atau segala sesuatu yang identik dengan sosokmu yang akan kuhindari. Tapi, aku memang harus bisa membenahi diri dulu. Untuk jadi lebih baik, buat kamu, tapi lebih penting lagi, buat diri aku sendiri.






Untuk seseorang yang aku sayangi,
Dulu, sekarang, dan selalu

Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Sahabat selamanya

Hmm. . .
Buka puasa bareng cimi, cimu, cimo di ABWS.
ditraktir si cimu nih, soalnya pas ultahnya dia :D
sambil nungguin pesanan dateng, kami berempat sempat merangkai mimpi-mimpi di masa depan. :)
3tahun bersama dalam setiap keadaan membuat rasa sayang diantara kita berempat semakin kuat.
setidaknya hari ini bisa sedikit mengalihkan pikiranku tentang dia.
sayang kalian sahabat-sahabat ku :)
semoga kelak mimpi dan harapan masing-masing bisa terwujud. amin


Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Diujung lelah

Perasaan yang aku yakini dapat bertahan, entah sampai kapan.
masih tentang cerita lalu.
Bukan aku mengharap kau kembali,
Bukan pula tak merelakan keputusan kemarin
Tapi kecewa akan sikapmu.

Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Tenggelam bersama rasa

Baru kemarin rasanya ku bilang semuanya baik-baik saja.
Baru kemarin merangkai mimpi dan harapan bersamanya.
Baru kemarin jalan cerita berjalan dengan indahnya.
Baru kemarin genggaman tangan itu terasa.
Baru kemarin tangannya mengelus lembut kepalaku.


Saat cerita tak lagi seindah keinginan, saat itu pula Sang Pencipta berkehendak lain.
Rasa yang masih terus kupertahankan demi semua yang telah terukir
Ketakutan kehilangan yang semakin menghantui disetiap kedipan
Aku tau ini semua berlebihan
Tapi cinta? tidakkan dia mengenal kata 'berlebihan'?
ketika merasa telah menemukan sosok yang benar-benar dapat memberi arti dikehidupan, hati dan pikiranpun seakan telah terpenuhi oleh semua tentangnya.
Ketika mulai mempercayai kekuatan cinta, seketika itu pula cinta akan menjelma menjadi pedang tajam yang siap menusuk pemiliknya kapanpun.
Lalu kemana perginya air mata?
Kenapa disaat ingin sekali meluapkan semua kepedihan, tak ada setetespun air mata jatuh?
Karna bukan hanya mata yang menangis, ketika lukanya terasa begitu dalam hingga mata tak mampu lagi menanggapi maka hatipun membantu. tangisan hati yang tak pernah bisa terlihat oleh sekitar. airmata hati yang membasahi luka baru itu.


Sampai kini, tak pernah terhenti kulantunkan doa-doa indah untuknya disetiap sujudku.
Bukan harapan agar suatu waktu kelak dia kembali, melainkan harapan yang terbaik untuk hidup dan hatinya.
Tak kan ada hasilnya mengharapkan seseorang kembali seperti sebelumnya ketika hatinya pun tak lagi memihak pada kita :)
Aku percaya, Tuhan selalu memberikan pilihan terbaik untuk jalan hidup kita meskipun harus berawal dari perih.


Untuk sosok yang pernah menjadi bintangku,
Aku mengagumi bukan karena semua yang kamu miliki
Aku memperhatikan bukan untuk meminta kau menjadi sosok yang aku mau
Aku menyayangi bukan karena aku mengharapkan sesuatu yang sebanding
Tapi,
Membiarkan semua yang aku mau terhapus hanya untuk bahagiamu
Tak sedikitpun berharap balasan, hingga akhirnya
sayang menggebu harus berubah menjadi sayang merelakan.






Untukmu yang aku rindukan menjadi lelaki yang lebih baik dari sebelumnya :)

Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Dia

Tentang dia. . .
sosok yang 7bulan ini menemani setiap jengkal langkahku. . .
sosok lama yang baru menyadari kehadiranku.
Tentang dia. . .
dunia serasa begitu indah adanya
Tentang dia. . .
tak pernah ada satu hari tanpa senyuman terlewatkan
Tentang dia. . .
yang dulu hanya bisa terlihat dari jauh, dari pandangan yang tak berarti
Tentang dia. . .
yang kini hadir sebagai orang terdekatku.

Menyadari jarum jam tiada pernah henti berputar seiring terus terbitnya matahari pagi pertanda hari baru selalu dimulai, akupun menyadari. cerita tak akan mungkin berhenti seperti dulu, cerita yang mengalun dengan begitu cantiknya. cerita yang tiada pernah ada deras airmata, denting kekecewaan ataupun hati yang terluka.
hati yang terluka. yah, semua cerita itu memang bermula dari goresan luka yang membuat dunia seolah-olah tiada pernah ada manisnya.

Cerita yang berawal dari sebuah kekaguman semata. mengagumi sesama ciptaan Tuhan, bukankah hal yang wajar? tidak pernah ada keistimewaan dari rasa kagum itu. hanya sekedar rasa senang ketika menemukan keberadaannya disekitar keberadaanku, mencoba sedikit memperhatikan setiap gerak laku nya, hingga tanpa sengaja bertemu namanya dalam sebuah jejaring sosial. beberapa kali sempat berkomunikasi lewat jejaring sosial itu hingga kemudian mengetahui telah terisinya ruangan dihatinya. kecewa? kecewa itu hanya ada ketika kenyataan tidak sejalan dengan apa yang kita inginkan, bukan?
lalu haruskah rasa kecewa ada jika semua hal yang sebenarnya bernama 'kenyataan' itu telah ada yang mengatur?
Hari-hari berjalan dengan semestinya. layaknya anak gadis yang paling rajin berbagi ke sang bunda, aku sebagai  remaja 16 tahun pun bersikap sama. mama adalah teman terbaik yang memberiku ruang berbicara tentang apa yang sesungguhnya terasakan saat itu. aku mengutarakan semua tentang dia dan tentang seseorang lain yang beberapa waktu lalu sering diceritakan oleh sahabatku.
seseorang lain? seseorang yang tak lain adalah teman sahabatku, yang sempat memberi perhatian lebih. tapi seperti kebanyakan orang bilang, perasaan tak akan pernah bisa dipaksakan. entahlah, apa yang sedang direncanakan Tuhan saat itu hingga teman sahabatku itu perlahan tapi pasti selalu mengisi hari-hariku. tanpa adanya perasaan yang lebih dari biasa, aku tetap bersikap baik. waktu bergulir, kedekatan yang semakin hari semakin terlihat.seringnya menjalin komunikasi dengan teman sahabatku, semua persepsi buruk tentang sosok yang datang tiba-tiba itu seolah sirna dengan kelembutan tutur katanya. respect yang datang entah darimana asalnya. banyak suara-suara yang mencegah keadaan itu, dan diva adalah satu-satunya orang yang keukeuh melarangku melanjutkan hubungan tanpa kepastian itu. semua pertanyaan bodoh menghampiriku saat itu.
siapa dia? arti semua message nya di handphone ku?
semua perhatian-perhatian kecil yang dia berikan?
hingga hubungan itu terus berlanjut layaknya dua makhluk Tuhan yang dilanda rasa saling mengasihi. aku yang begitu acuh dengan keberadaanya, mulai menyadari perasaan lain. entah apa.
dan saat aku mulai nyaman berada disampingnya, mulai menikmati kehadirannya dalam dekatku, mulai selalu ingin berharap lebih. . .
sesuatu yang tak pernah terfikir dalam benakku sebelumnya, keputusan yang benar-benar tak terbesit dalam logika. teman sahabatku yang mulai menjadi malaikat putih bersayap berubah menjadi setan bertanduk merah dalam kepalsuan. hari-hari yang berjalan dengan indah berubah menjadi kesakitan yang tiada terperih.
keputusannya yang meninggalkan luka dalam permukaan hatiku.menghapus semua kenangan dan harapan-harapan yang tadinya terukir dengan sempurna.
meyakinkan diri bahwa aku pasti akan lebih baik tanpa sosok semu itu, sosok yang mungkin memang dituliskan Tuhan untuk memberi sedikit pelajaran tentang keinginan yang tidak selalu terwujud.
masa transisi yang begitu kelam itu membuat pikiran tak pada tempatnya.
butuh waktu !!
waktulah yang akan memberi ketenangan dalam relung kehidupan.
hingga sempat terbesit dalam pikiranku, lelaki adalah makhluk yang diciptakan Tuhan tanpa organ hati. tapi bukankah selalu ada sebab dibalik semua tindakan?

Perlahan mulai bangkit dari keterpurukan tanpa guna itu. mencoba selalu berfikir positif dalam memandang sebab akibat yang terjadi.
Dia, sosok lama yang membuatku memberi respect sebelumnya. . .
menjadi salah satu tempat yang memberiku kekuatan untuk kembali, mengurangi luka yang masih terasa perihnya.
respect ku? respect itu semakin bertambah saat membaca semua kata demi kata yang dia lantunkan.

bahwa tak semua lelaki memiliki sikap yang seperti itu :)


aku senang berbagi semua tentangku dengannya, begitupun ketika dia mencoba membagi sedikit cerita harinya. walaupun menegur sapa dalam nyata pun tak pernah sekalipun. semua komunikasi itu hanyalah dalam lingkup maya.
Hingga pada suatu waktu, dengan alasan yang sampai sekarangpun belum aku temui jawabnya.
sapaan itu terlantun dalam ucapku, keberanian yang sebelumnya tak pernah terjadi.

Aku percaya, Tuhan selalu mendengar segala doa yang terucap dengan penuh ketulusan :)
sang pencipta menunjukkan betapa besar rasa kasih-Nya padaku.
perlahan seiring terus terciptanya keyakinan, cerita tentangku dan dia mengalir layaknya aliran air dalam sungai. semua terangkai begitu manisnya.
tapi, jalan tak selamanya terlihat akan selalu mudah. kerikil-kerikil yang hadir satu per satu seolah menguji semua perasaan. menjadi bumerang yang tak akan pernah mau mundur selangkah.

Hingga sampai saat aku bermain diatas keyboard laptop ini, aku percaya . . .
segala sesuatu akan indah pada waktunya :)

Tentang dia. . .
sosok yang dikirimkan Tuhan untuk membalut luka dalam perihku
Tentang dia. . .
yang selalu ingin melindungi dalam setiap waktuku
Tentang dia. . .
yang sampai kapanpun akan tetap bertahta dalam benak dan jiwaku
Tentang dia. . .
yang kehadirannya begitu aku rindukan
Tentang dia. . .
yang membuatku sedetikpun tak ingin berjarak darinya

Dia,
bukan dia yang semu

Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Come back

7bulan berlalu tanpa sedikit coretanpun di online diary ini. . .

tenggelam dalam rutinitas yang semakin hari semakin padat. semakin menyiksa *loh
malam ini entah kenapa tiba-tiba merindukan kesibukan menulis di blog, hingga dengan sedikit usaha yang cukup menyita banyak waktu
blogku kembali ! :D

Bukan lagi murid kelas 2SMA, semua cerita-cerita yang tertulis di postingan lama blog ini biarkan hanya menjadi sebuah cerita untuk sekedar diingat tanpa perlu ada yang harus terlupakan :)
ada sedikit penyesalan karna tak sempat mengukir hari-hari 7bulan kemarin menjadi sebuah tulisan. benar-benar kesibukan yang tiada batas :(

Oke. tiada guna men-flashback hari-hari kemarin

Sekarang, berusaha menjalani rutinitas murid dibangku kelas 3SMA
penuh dengan kejutan cerita tahun terakhir dengan seragam putih abu-abuku :))


foto ini diambil dilorong lantai 3 sekolah bersama 2 sahabatku tercinta :)
mia, nisa, nira 

Read More..
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments