RSS

Dia

Tentang dia. . .
sosok yang 7bulan ini menemani setiap jengkal langkahku. . .
sosok lama yang baru menyadari kehadiranku.
Tentang dia. . .
dunia serasa begitu indah adanya
Tentang dia. . .
tak pernah ada satu hari tanpa senyuman terlewatkan
Tentang dia. . .
yang dulu hanya bisa terlihat dari jauh, dari pandangan yang tak berarti
Tentang dia. . .
yang kini hadir sebagai orang terdekatku.

Menyadari jarum jam tiada pernah henti berputar seiring terus terbitnya matahari pagi pertanda hari baru selalu dimulai, akupun menyadari. cerita tak akan mungkin berhenti seperti dulu, cerita yang mengalun dengan begitu cantiknya. cerita yang tiada pernah ada deras airmata, denting kekecewaan ataupun hati yang terluka.
hati yang terluka. yah, semua cerita itu memang bermula dari goresan luka yang membuat dunia seolah-olah tiada pernah ada manisnya.

Cerita yang berawal dari sebuah kekaguman semata. mengagumi sesama ciptaan Tuhan, bukankah hal yang wajar? tidak pernah ada keistimewaan dari rasa kagum itu. hanya sekedar rasa senang ketika menemukan keberadaannya disekitar keberadaanku, mencoba sedikit memperhatikan setiap gerak laku nya, hingga tanpa sengaja bertemu namanya dalam sebuah jejaring sosial. beberapa kali sempat berkomunikasi lewat jejaring sosial itu hingga kemudian mengetahui telah terisinya ruangan dihatinya. kecewa? kecewa itu hanya ada ketika kenyataan tidak sejalan dengan apa yang kita inginkan, bukan?
lalu haruskah rasa kecewa ada jika semua hal yang sebenarnya bernama 'kenyataan' itu telah ada yang mengatur?
Hari-hari berjalan dengan semestinya. layaknya anak gadis yang paling rajin berbagi ke sang bunda, aku sebagai  remaja 16 tahun pun bersikap sama. mama adalah teman terbaik yang memberiku ruang berbicara tentang apa yang sesungguhnya terasakan saat itu. aku mengutarakan semua tentang dia dan tentang seseorang lain yang beberapa waktu lalu sering diceritakan oleh sahabatku.
seseorang lain? seseorang yang tak lain adalah teman sahabatku, yang sempat memberi perhatian lebih. tapi seperti kebanyakan orang bilang, perasaan tak akan pernah bisa dipaksakan. entahlah, apa yang sedang direncanakan Tuhan saat itu hingga teman sahabatku itu perlahan tapi pasti selalu mengisi hari-hariku. tanpa adanya perasaan yang lebih dari biasa, aku tetap bersikap baik. waktu bergulir, kedekatan yang semakin hari semakin terlihat.seringnya menjalin komunikasi dengan teman sahabatku, semua persepsi buruk tentang sosok yang datang tiba-tiba itu seolah sirna dengan kelembutan tutur katanya. respect yang datang entah darimana asalnya. banyak suara-suara yang mencegah keadaan itu, dan diva adalah satu-satunya orang yang keukeuh melarangku melanjutkan hubungan tanpa kepastian itu. semua pertanyaan bodoh menghampiriku saat itu.
siapa dia? arti semua message nya di handphone ku?
semua perhatian-perhatian kecil yang dia berikan?
hingga hubungan itu terus berlanjut layaknya dua makhluk Tuhan yang dilanda rasa saling mengasihi. aku yang begitu acuh dengan keberadaanya, mulai menyadari perasaan lain. entah apa.
dan saat aku mulai nyaman berada disampingnya, mulai menikmati kehadirannya dalam dekatku, mulai selalu ingin berharap lebih. . .
sesuatu yang tak pernah terfikir dalam benakku sebelumnya, keputusan yang benar-benar tak terbesit dalam logika. teman sahabatku yang mulai menjadi malaikat putih bersayap berubah menjadi setan bertanduk merah dalam kepalsuan. hari-hari yang berjalan dengan indah berubah menjadi kesakitan yang tiada terperih.
keputusannya yang meninggalkan luka dalam permukaan hatiku.menghapus semua kenangan dan harapan-harapan yang tadinya terukir dengan sempurna.
meyakinkan diri bahwa aku pasti akan lebih baik tanpa sosok semu itu, sosok yang mungkin memang dituliskan Tuhan untuk memberi sedikit pelajaran tentang keinginan yang tidak selalu terwujud.
masa transisi yang begitu kelam itu membuat pikiran tak pada tempatnya.
butuh waktu !!
waktulah yang akan memberi ketenangan dalam relung kehidupan.
hingga sempat terbesit dalam pikiranku, lelaki adalah makhluk yang diciptakan Tuhan tanpa organ hati. tapi bukankah selalu ada sebab dibalik semua tindakan?

Perlahan mulai bangkit dari keterpurukan tanpa guna itu. mencoba selalu berfikir positif dalam memandang sebab akibat yang terjadi.
Dia, sosok lama yang membuatku memberi respect sebelumnya. . .
menjadi salah satu tempat yang memberiku kekuatan untuk kembali, mengurangi luka yang masih terasa perihnya.
respect ku? respect itu semakin bertambah saat membaca semua kata demi kata yang dia lantunkan.

bahwa tak semua lelaki memiliki sikap yang seperti itu :)


aku senang berbagi semua tentangku dengannya, begitupun ketika dia mencoba membagi sedikit cerita harinya. walaupun menegur sapa dalam nyata pun tak pernah sekalipun. semua komunikasi itu hanyalah dalam lingkup maya.
Hingga pada suatu waktu, dengan alasan yang sampai sekarangpun belum aku temui jawabnya.
sapaan itu terlantun dalam ucapku, keberanian yang sebelumnya tak pernah terjadi.

Aku percaya, Tuhan selalu mendengar segala doa yang terucap dengan penuh ketulusan :)
sang pencipta menunjukkan betapa besar rasa kasih-Nya padaku.
perlahan seiring terus terciptanya keyakinan, cerita tentangku dan dia mengalir layaknya aliran air dalam sungai. semua terangkai begitu manisnya.
tapi, jalan tak selamanya terlihat akan selalu mudah. kerikil-kerikil yang hadir satu per satu seolah menguji semua perasaan. menjadi bumerang yang tak akan pernah mau mundur selangkah.

Hingga sampai saat aku bermain diatas keyboard laptop ini, aku percaya . . .
segala sesuatu akan indah pada waktunya :)

Tentang dia. . .
sosok yang dikirimkan Tuhan untuk membalut luka dalam perihku
Tentang dia. . .
yang selalu ingin melindungi dalam setiap waktuku
Tentang dia. . .
yang sampai kapanpun akan tetap bertahta dalam benak dan jiwaku
Tentang dia. . .
yang kehadirannya begitu aku rindukan
Tentang dia. . .
yang membuatku sedetikpun tak ingin berjarak darinya

Dia,
bukan dia yang semu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar