RSS

You



Empat tahun bukan waktu yang singkat untuk mengukir semua kenangan yang telah kita lalui bersama. Berawal dari kisah cinta monyet di bangku putih-biru hingga detik ini saat kedewasaan telah menjemput kita. Banyak cerita yang tak bisa aku tuliskan disini satu per satu.

Kita pernah saling menyayangi di waktu lampau, saling merasakan gejolak di masa putih-biru. Keadaan yang masih dipenuhi oleh keegoisan semata. Dan saat masih selalu ingin bersama dalam setiap langkah, jarak menguji kita dengan harus bertemu setiap dua minggu sekali saja. Aku pikir tadinya akan indah, aku sempat berpikiran apalah arti jarak bila kita merasa selalu dekat. bukankah cinta itu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat?

Nyatanya? cerita di putih abu-abu tak semudah itu, terlalu rumit untuk dijalani dengan pikiran yang sesederhana itu. Oke, kita memang saling menjaga hati tapi lingkungan? Bisakah lingkungan memahami betapa inginnya kita untuk saling menjaga kesetiaan walaupun jarak menjadi tantangan terbesar? Kurasa tidak. Lingkungan di masa putih abu-abu begitu keras, begitu menekan kita untuk membuka mata. melihat dengan mata, bukan dengan hati. kamu memang bisa bertahan dengan semua realita yang dapat menjadi pemicu hancurnya hubungan ini, tapi aku? mungkin karna aku terlalu lemah, mungkin karna aku belum cukup cinta yang mendalam hingga aku bisa semudah itu melupakan semuanya. melupakan cerita kita, melupakanmu dan lebih memilih merajut cerita cinta bersama orang lain.

Aku berada di langit-langit kebahagian bersama orang baru, sementara kamu? terpuruk dalam cintamu yang terlalu dalam pada hati yang jelas-jelas mecoba melupakanmu, hatiku. seolah mata, telinga dan hati tertutup rapat hingga tak satupun kabar tentangmu ku hiraukan. aku seperti bukan aku, mungkin ini yang namanya benar-benar terhipnotis atau karna baru menemukan dunia baru, dunia yang tanpamu. entahlah.

Hingga pada suatu waktu yang aku bilang cukup lama, terdengar kabar yang begitu menarik perhatianku. kamu yang banyak orang bilang masih kesakitan karna keputusanku untuk mengakhiri hubungan kita, kini telah menemukan penggantiku disisimu. aku sedikit lega mengetahui kabar bahagia itu, aku ingin kamu mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dari aku dan sikapku. segala harapan dan doa baik ku lantunkan untuk kebahagiaanmu dengan pasangan barumu saat itu, doa agar kamu segera mengubur jauh-jauh cerita kita.

Sempat kita benar-benar hilang komunikasi dan bahagia bersama pilihan masing-masing. mungkin kamu bahagia, tapi sesungguhnya bahagia yang aku rasakan bersama orang lain tak sebahagia saat aku berada disampingmu. tak senyaman saat aku masih bersamamu.

Finally? dengan cara Tuhan yang begitu amazing, kita dipertemukan kembali dalam sebuah keadaan. keadaan dimana kita sama-sama merasakan ketidaknyamanan dengan pasangan baru kita masing-masing. kita yang saling mengucap kata-kata keseriusan dalam hubungan kali ini. bukan lagi pacaran ala anak sma yang penuh dengan sandiwara belaka, kita udah cukup dewasa untuk menjalani hubungan dengan pikiran jernih, bukan lagi mengandalkan ego masing-masing. aku yang dulu pernah begitu menyayangimu, akan berusaha untuk menumbuhkan perasaan itu lagi di kesempatan kali ini. kesempatan yang kuharapkan abadi dan tanpa sebuah kata "pisah".

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar